NGERUMPI SENDIRI
malam menjelang angin semilir menggelitik tubuh ini
duduk diam mata naik turun seaakan tak ada kerjaan
sebatang rokok dan secangkir kopi cukup untuk menenangkan
saraf-saraf yang terlalu cepat mengirimkan implusnya ke otak
hmmmmm.....seruku kecil, apalah arti semua ini?
kenapa aku begitu bodohnya, lihatlah sempurnanya diriku ini
tapi ya kok bisa gak bahagia?
lihat to, otakku mengajakku melayang melihat anak-anak kecil hebat
yang tak sempurna,tapi bahagia.
apa to yang kamu cari?hatiku mulai ikut-ikutan ngerumpi.
mau uang banyak?
mau dipandang hebat oleh orang lain?
mau dipuji-puji?
simpul senyum dari bibirku ,ah apa sich?
bukan-bukan, bukan semua itu,aku hanya butuh tenang dan senang, hanya itu.
(Jember, 11/01/2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar