Sabtu, 11 Januari 2014

HARAPAN DAN KENANGAN

HARAPAN DAN KENANGAN

Harapan dalam kerinduan
Menyeruak di dalam angan
Tak dapat diraih sosok itu
Tak dapat dipandang lagi tubuh itu
Pelukannya menghangatkan jiwa, mendinginkan luka
Belaiannya lembut seperti angin bertiup di bawah pepohonan
Kenangan, itulah kata yang tak bermakna
Tak bisa dihapus, juga tak bisa diulang
Hanya bisa berharap akan ada yang seperti dia
(Jember, 11/01/2014)

NGERUMPI SENDIRI


 NGERUMPI SENDIRI

malam menjelang angin semilir menggelitik tubuh ini
duduk diam mata naik turun seaakan tak ada kerjaan
sebatang rokok dan secangkir kopi cukup untuk menenangkan
saraf-saraf yang terlalu cepat mengirimkan implusnya ke otak

hmmmmm.....seruku kecil, apalah arti semua ini?
kenapa aku begitu bodohnya, lihatlah sempurnanya diriku ini
tapi ya kok bisa gak bahagia?
lihat to, otakku mengajakku melayang melihat anak-anak kecil hebat
yang tak sempurna,tapi bahagia.
apa to yang kamu cari?hatiku mulai ikut-ikutan ngerumpi.
mau uang banyak?
mau dipandang hebat oleh orang lain?
mau dipuji-puji?
simpul senyum dari bibirku ,ah apa sich?
bukan-bukan, bukan semua itu,aku hanya butuh tenang dan senang, hanya itu.
(Jember, 11/01/2014)

Jumat, 10 Januari 2014

TUHAN

TUHAN

aku datang kepadamu dalam dosa menyelimutiku
tak dapat lepas ku dari rantai-rantai iblis
bertobat sekali dosa berkali kali 
tak pantas sepertinya aku menghadapMu


Kau tiba-tiba datang dalam cahaya 
tak jelas wajahMu,padahal ingin kulihat
hanya jelas senyum yang tampak
air mata ku jatuh tak tahu mengapa?

ingin aku memelukNya
tapi sadar aku orang yang hina
menjauh aku dalam kemuliaannnya.
Dia bukan menjauh tapi semakin mendekat
sampai aku benar-benar berhadapan muka dengan muka

Berkata Dia 
Bukankah engkau anakku?mengapa engkau takut kepada Bapamu sendiri?
apa yang engkau takutkan?
apakah karena Aku datang tapi engkau tak dapat melihat Aku?
saatnya akan tiba dimana engkau akan bertemu denganKu lagi, nak.

KEPUTUSAN


KEPUTUSAN


Ketika semua berdiam diantara waktu
Aku berusaha melepaskan kata yang tak biasa
disini aku untukmu
Melawan semua kemungkinan yang ada.

Peganglah aku
Tumpulah aku
Karena aku hendak jatuh dalam ke putusasaan
Gelap dan menakutkan

Mampukan aku 
Kembali mengingat keputusanku,
Untuk tetap disini
Bersamamu yang ada disisi
(Jember, 10 Januari 2014)